Cranium’s Thoughts of Mind

Langkah memulai implementasi teknologi di perusahaan

Seiring kita mengucapkan selamat tinggal pada tahun yang penuh peristiwa, sangat penting bagi perusahaan kita untuk melakukan introspeksi dan mengevaluasi kinerja, terutama dalam ranah adopsi teknologi. Bagi banyak organisasi, berinvestasi dalam teknologi sering dianggap sebagai beban keuangan daripada sebagai peluang strategis. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi metrik kunci untuk menganalisis kinerja teknologis perusahaan kita, membantah pandangan bahwa teknologi hanya merupakan biaya, dan merinci langkah-langkah penting untuk mengembangkan pola pikir progresif terhadap investasi teknologi.

Bagi generasi penerus atau generasi muda di dalam suatu perusahaan, pekerjaan paperwork dan administrasi pasti sangat membuat pusing, terutama terhadap monitoring dan kecepatan analisa data. Namun hal ini terkadang dipandang sebelah mata oleh generasi pendahulunya. Kenapa perlu membawa teknologi masuk? Padahal kita sudah menjalani bisnis seperti ini apa adanya selama bertahun-tahun. Terjadi gap atau perbedaan pikiran ini akan banyak ditemui di bisnis-bisnis yang sedang mau ekspansi atau perubahan management.

Kami di Cranium Indonesia sebagai software house Jakarta, sangat sering menemui hal ini. Disanalah salah satu peran kami sebagai konsultan atau pakar teknologi memiliki value added lebih. Biasanya kami akan mulai menganalisa secara bersama-sama dengan calon klien mengenai kebutuhan teknologi yang dapat diimplementasikan di bisnis mereka.

Beberapa hal yang digunakan untuk mengevaluasi peran teknologi di suatu bisnis sebagai berikut:

  1. Return on Investment (ROI):
    Mulailah dengan mengevaluasi tingkat pengembalian investasi dari implementasi teknologi sebelumnya. Analisis bagaimana inisiatif ini telah berkontribusi pada efisiensi, produktivitas, dan pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.
  2. Efisiensi Operasional:
    Ukur dampak teknologi pada proses operasional. Apakah itu menyederhanakan alur kerja, mengurangi tugas manual, atau meningkatkan kolaborasi di antara tim?
  3. Kepuasan Pelanggan:
    Nilai bagaimana teknologi telah memengaruhi kepuasan pelanggan. Apakah solusi digital telah meningkatkan pengalaman pelanggan, menyebabkan loyalitas yang lebih tinggi, dan umpan balik positif?

Setelah anda melakukan berbagai Analisa dan menemukan bahwa impementasi teknologi dapat membawa banyak manfaat dalam bisnis, anda mungkin akan tetap mendapat resistensi dari beberapa pihak. Untuk mengatasi masalah tersebut, dimana mereka masih memiliki pola pikir yang sangat berorientasi biaya, mari kita lihat beberapa tips ini.

Cara mengatasi pola pikir yang berorientasi biaya:

  1. Menyelaraskan Teknologi dengan Tujuan Bisnis:
    Komunikasikan hubungan yang jelas antara investasi teknologi dan pencapaian tujuan bisnis. Tunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi pendorong pertumbuhan daripada beban keuangan.
  2. Pendidikan Pemangku Kepentingan:
    Bangun budaya pemahaman dengan memberikan edukasi kepada pemangku kepentingan tentang manfaat jangka panjang dari adopsi teknologi. Sorot kisah sukses dari dalam industri dan luar untuk menunjukkan hasil positif.
  3. Menunjukkan Keunggulan Bersaing:
    Tekankan bagaimana adopsi teknologi memberikan keunggulan bersaing. Tampilkan contoh pemimpin industri yang berhasil memanfaatkan teknologi untuk melampaui pesaing mereka.

Harapannya adalah dengan memberikan beberapa fakta terkait, para stakeholders dapat melihat benefit langsung dari adanya campur tangan teknologi dalam rencana pengembangan ke depan. Jika anda masih kesulitan, hubungi Cranium dan ajak kami untuk mulai berdiskusi dengan pihak-pihak terkait.

Disaat seluruh benefit dapat dirasakan dan seluruh stakeholders sudah mendukung, ada beberapa hal lagi yang dapat anda gunakan sebagai pedoman dalam tahap implementasi.

Pedoman Langkah-langkah menuju adopsi teknologi:

  1. Mulai dengan Kecil, buat skala secara bertahap:
    Mulailah dengan proyek teknologi yang dapat dikelola yang sejalan dengan kebutuhan bisnis saat ini. Setelah sukses, tingkatkan secara bertahap ke implementasi yang lebih signifikan.
  2. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan:
    Investasikan dalam program pelatihan untuk membekali karyawan dengan keterampilan yang diperlukan untuk merangkul dan menggunakan teknologi baru secara efektif. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri tetapi juga memastikan transisi yang lebih lancar.
  3. Berkolaborasi dengan Ahli Teknologi:
    Jalin kerjasama dengan software house Jakarta atau app developer dan konsultan untuk membimbing perusahaan melalui proses adopsi. Wawasan dan pengalaman mereka dapat sangat berharga dalam membuat keputusan yang terinformasi.

Sebagai kesimpulan, merangkul teknologi bukan lagi pilihan melainkan suatu kebutuhan untuk pertumbuhan dan daya saing yang berkelanjutan. Dengan mengevaluasi kembali kinerja perusahaan kita melalui lensa teknologi, membongkar pandangan bahwa teknologi hanya sebagai biaya, dan merencanakan langkah-langkah strategis selanjutnya, kita dapat menempatkan diri di garis depan inovasi dan memastikan masa depan yang makmur. Perjalanan menuju adopsi teknologi adalah perubahan, dan saat kita memasuki tahun berikutnya, mari jadikan komitmen untuk merangkul peluang yang teknologi bawa ke meja.

Salam dari Cranium Indonesia, sampai jumpa di pintu kesuksesan di 2024.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *